"Aku panik bukan kepalang. Pasti dompetku ikut jatuh ketika ada petir di bus tadi. Entah bagaimana bisa aku seceroboh itu. Aku sama sekali tak ingat nomor bus yang kutumpangi tadi. Bisa saja dompetku mendarat ditangan orang yang tak bertanggung jawab. Entah siapa aku tak tahu"
Home
Karangan
Showing posts with label Karangan. Show all posts
Showing posts with label Karangan. Show all posts
Pagi
itu aku terbangun dengan sendirinya, kulihat jam di sampingku sedang menunjukan
pukul 3 pagi. aku tak tau kenapa akhir2 ini aku terbangun tepat jam tiga
pagi. aku kembali
memutar memori ku berlawanan searah jarum jam. dan aku mulai teringat, jam tiga
tepat dimana biasanya aku menelfon arin. tapi kini aku hanya bisa terdiam saat
aku terbangun tepat pukul tiga malam. sampai sekarang aku tak tau apa
maksut dan tujuan arin bersikap dingin seperti ini padaku. dan aku sudah
kehabisan akal harus bagaimana lagi untuk mencari alasan mengapa ia tega melakukan ini kepadaku.
segera mungkin aku menggelengkan kepalaku dengan cepat. dan aku memukul2
kepalaku agar aku tidak mengingat semua itu.
Ketika hati tak mampu lagi untuk berdiri..
Ketika jiwa tak mampu lagi untuk menopang hati..
Ketika pikiran sudah tak sejalan dengan naluri..
Ketika itu aku menyadari bahwa diri ini harus kembali..
Kembali kepada ajaran ya Rabbi..
Ketika jiwa tak mampu lagi untuk menopang hati..
Ketika pikiran sudah tak sejalan dengan naluri..
Ketika itu aku menyadari bahwa diri ini harus kembali..
Kembali kepada ajaran ya Rabbi..
Dalam sejarah kemanusiaan yang selama ini aku baca, tak pernah ada aku menemukan sekumpulan ataupun bahwa seorang hamba yang dilahirkan kemudian tumbuh berkembang tanpa melakukan suatu kesalahan.
Baik kesalaha yang kecil maupun yang hanya dia dan ALLAH yang tahu..
Baik kesalaha yang kecil maupun yang hanya dia dan ALLAH yang tahu..
Nabi dan jajarannya juga begitu, tak kuput dari kesalahan, sebab hakikat manusia adalah untuk belajar. Belajar dari kesalahan.
Bukankah ALLAH telah menjanjikan surga dan ampunan yang luas bagi hambanya yg ingin kembali kepadanya?
ALLAH sangat bahagia jika suatu hamba kembali kepadaNYA dan terus berusaha untuk tetap berada kepada jalanNYA.
Bukankah ALLAH telah menjanjikan surga dan ampunan yang luas bagi hambanya yg ingin kembali kepadanya?
ALLAH sangat bahagia jika suatu hamba kembali kepadaNYA dan terus berusaha untuk tetap berada kepada jalanNYA.
Ketahuilah, Rahmat ALLAH itu sangat luas.
Jangan mudah berputus asa dari Rahmatnya.
:)
I STILL STUDY AND KEEP TRYING TO BE A GOOD WOMAN, INSHALLAH..
ALLAH ALWAYS BESIDE ME AND HELP ME IN EVERY MOMENT..
Jangan mudah berputus asa dari Rahmatnya.
:)
I STILL STUDY AND KEEP TRYING TO BE A GOOD WOMAN, INSHALLAH..
ALLAH ALWAYS BESIDE ME AND HELP ME IN EVERY MOMENT..
Pada saat api menyala, cahaya padam berbeda.
Pada saat embun berbicara, sentuhannya menusuk hingga kesukma.
Daun kembali menoleh kepada siapa ia harus bertanya.
Bertanya mengapa harus dirinya yang jatuh ke api menyala.
Bertanya mengapa harus dirinya yang jauh menduduki singgasananya.
Namun, daun tak pernah mengeluh ataupun memberontak akan takdir yang dilaluinya.
.
.
Sedikit sajak untuk menggambarkan keadaan hati dan pikiran saat ini :)))
Pada saat embun berbicara, sentuhannya menusuk hingga kesukma.
Daun kembali menoleh kepada siapa ia harus bertanya.
Bertanya mengapa harus dirinya yang jatuh ke api menyala.
Bertanya mengapa harus dirinya yang jauh menduduki singgasananya.
Namun, daun tak pernah mengeluh ataupun memberontak akan takdir yang dilaluinya.
.
.
Sedikit sajak untuk menggambarkan keadaan hati dan pikiran saat ini :)))
Ketika malam menyambut pagi
Ketika angin tak henti mengiringi
Ketika hujan menghampiri bumi
Ketika itu pula aku merindu akan kasih mu
.
.
Malam tak pernah bosan akan kesunyian
Angin tak pernah gundah akan kegelisahan
Hujan selalu mampu menyisahkan kesan
.
.
Hati bagai hamparan lembah yang terlukis kisah
Pikiran ini pun menari dengan sangat hati-hati
Jemari yang syahdu berlari diatas papan qwerty
Oh tuhan, Indahnya nikmat ini
.
.
Ketika angin tak henti mengiringi
Ketika hujan menghampiri bumi
Ketika itu pula aku merindu akan kasih mu
.
.
Malam tak pernah bosan akan kesunyian
Angin tak pernah gundah akan kegelisahan
Hujan selalu mampu menyisahkan kesan
.
.
Hati bagai hamparan lembah yang terlukis kisah
Pikiran ini pun menari dengan sangat hati-hati
Jemari yang syahdu berlari diatas papan qwerty
Oh tuhan, Indahnya nikmat ini
.
.
Sedikit sajak yang aku tuliskan untuk mewakili perasaan dan kesukaanku akan waktu 1/3 malam. Yah, waktu dimana Allah SWT akan mendengar doa-doa setiap hambanya yang meminta. Tapi, jauh daripada itu, aku suka waktu ini ialah karena udara yang sejuk, dingin, membuat pikiran terasa relax.
Aha! "Apa sih yang biasa dilakukan tengah malam gitu, apa gak takut?" Well... sebagian teman2 sering bertanya spt itu. Nah jd biasanya pada jam2 segitu aku lbh sering ngebaca buku, buku-buku borongan ku masih banyak yang belum terjamah haha..
Selain untuk ngebaca buku, pada jam2 segitu pemikiran juga sangat fresh, so you can find what you want in you mind. Kalau menulis pada jam 1/3 malaman, aku ngerasa akan mendapatkan hasil dan pemikiran yang berbeda, ya mungkin karena sumpek dgn rutinitas di siang hari, atau gimana aku gatau juga haha.
Rutinitas setiap hari juga ga terlalu padat (aku rasa, dibandingkan dengan rutinitas semasa SMA).
Rutinitas setiap hari juga ga terlalu padat (aku rasa, dibandingkan dengan rutinitas semasa SMA).
Jika ada wakti dan kesempatan, boleh dicoba untuk menjadi makhluk nokturnal. Ga begitu buruk aku rasa. Asalkan tetap dpt jadwal tidur yang cukup ;)
Sekian dan terimakasih.
Salam, Widia Kusuma Wardani~
Salam, Widia Kusuma Wardani~
Satu Jiwa Pancasila
Oleh : Widia Kusuma Wardani
“kaki ini terus melangkah menyusuri indahnya negriku, negri yang semua
orang tahu akan keindahannya, negri yang semua orang tahu akan kedamaian dan
ketentraman yang ada di dalamnya, serta negri yang terdapat berbagai macam
kebudayaan unik yang tersebar sampai ke penjuru tanah airku ini.
Tidakkah kalian semua mengerti akan arti dan makna semua keindahan
serta keanekaragaman kita ini? Tidakkah kalian paham akan berbagai macam unsur-unsur
pemersatu keanekaragaman kita ini? Disinilah kita mulai, disinilah kita mengenal
akan semua potensi yang ada di dalam tanah air kita ini.”
Tanpa
pikir panjang segera ku bereskan barang-barang yang akan ku bawa untuk
berlibur, tak ada sama sekali persiapan sebelumnya, hanya bermodalkan rasa
ingin tahu yang tinggi yang akan membawaku sampai ketempat tujuanku. Ntah apa
yang terlintas dalam pikiranku setelah aku membaca salah satu artikel di media
online, bak penyihir yang telah mencuci otak ku dan membiarkan semua ingatanku
hilang terhempas bagaikan kapas yang tertiup angin.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)



